Al Muktabar berharap, dengan adanya kawasan industri terpadu di Kecamatan Jawilan, banyak tenaga kerja lokal yang diperbantukan, sesuai dengan keahalian mereka masing-masing.
“Dengan luas kawasan 121 hektarr, PT STU akan membutuhkan puluhan ribu tenaga kerja produktif, dan ini bisa menjadi salah satu solusi dalam menangani angka pengangguran di Provinsi Banten,” ucapnya.
Al Muktabar mengapresiasi dan memberikan penghargaan atas agenda investasi itu.
Dia berharap, investasi di Provinsi Banten terus berkembang, sebagai bagian dari tulang punggung pergerakan perekonomian daerah.
“Di situ akan ada lapangan kerja yang bisa meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat,” katanya.
Sementara, General Manager (GM) PT Sinar Texindo Utama Rianti Fujianti mengakui, dalam proses pembuatan kawasan industri terpadu banyak kemudahan yang didapat, sehingga proses pembangunan berjalan baik dan lancar.
“Ini tentunya berkat dukungan yang begitu besar dari Pemprov Banten,” katanya.
Rianti berharap, dengan dukungan penuh dari Pemprov Banten itu, proses investasi yang sedang dilakukan berjalan dengan baik dan aman.
“Melalui pengalaman ini, tentu kami akan bisa lebih banyak lagi dalam menarik investor asing dan lokal yang mau menanamkan investasinya di Banten, sehingga dengan begitu bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi,” katanya.
Rianti menerangkan, dari luas lahan 121 hektare yang dikelola, terbagi kepada tiga zona.
Yakni, zona kavling industri, zona sarana dan prasarana seperti kavling gudang, dan zona kavling komersial, kavling workshop serta TPS.
Menurut Rianti, karena kawasan industri mengedepankan konsep industri yang ramah lingkungan, disediakan space untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas 32,9 hektare yang tersambung ke tiga desa dan dua kecamatan.
“Investor yang masuk sudah ada dari industri tekstil dan garmen. Nanti akan masih banyak lagi yang masuk, dan kami berharap kawasan ini benar-benar menjadi yang terbesar di Provinsi Banten,” harapnya.***



















































