“Kadi desa yang dipilih untuk kita angkat menjadi ikon Desa Keuangan Inklusif di Provinsi Banten itu,” katanya.

Indah mengatakan, tujuan Program Desa Keuangan Inklusi adalah terkoneksinya akses keuangan desa dengan balai desa keuangan.

“Jadi tidak cukup hanya desa wisata saja, akan tetapi terkoneksi dengan akses keuangan baik itu bank dan lainnya. Sehingga, perekonomian bisa lebih baik, tidak hanya fokus pada desa wisata tapi membantu perekonomian yang lain,” katanya. [irp]

Sementara, Kepala Disporapar Kabupaten Serang, Anas Dwisatya Prasadya mengatakan, Desa Wisata Kacida Cibuntu Padarincang terpilih dari 5 kandidat desa wisata yang diajukan di Kabupaten Serang.

Kata Anas, meliputi Desa Margasara, Desa Bumi Tirtayasa, Desa Kubang Baros, dan Desa Cikolelet.

”Yang terpilih Desa Padarincang berdasarkan keputusan bersama antara Disporapar, OJK dan Bank bjb Cabang Banten,” ujarnya.

Terpilihnya Desa Wisata Kacida Cibuntu Padarincang, sebut Anas, tidak terlepas atas kolaborasinya kepala desa, Pokdarwis, BPD, dan BUMDes yang sudah berjalan.

Hal tersebut terbukti dalam jangka waktu satu tahun sudah terbangun jembatan dan sejumlah arena bermain.

”Desa Padarincang Tahun 2022 belum terbangun jembatan, sekarang sudah dan banyak ada kemajuan dengan menyediakan berbagai permainan untuk wisatawan,” katanya.

Selain itu, lanjut Anas, atas Komitmen Kades Padarincang yang kuat yang mendorong syarat utama jika desa ingin maju pariwisatanya kepala desa tentunya harus mempunyai komitmen yang kuat untuk kemajuan pariwisata.

”Disamping juga upaya kades itu sendiri bagaimana menjaga saluran Kali Cikalumpang ini yang jadi objek utamanya terbebas dari sampah, sekarang terlihat bersih dari sampah meski ada hanya sedikit,” ucapnya.

Anas berharap, kolaborasi yang dilakukan Pemdes Padarincang, BPD, BUMDes dan Pokdarwis lebih ditingkatkan lagi, karena akan menjadi penilaian saat OJK meninjau ke lokasi.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini