
PANDEGLANG,SOROSOWAN.CO.ID – Pemkab Pandeglang menggelar sosialisasi bertajuk “Sosialisasi Sinergitas dan Pemerintah Daerah Menuju Pandeglang Maju”, di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Kalam, Kecamatan Jiput, Kamis (18/12/2025).
Selain diikuti 45 peserta perwakilan organisasi kepemudaan (OKP) se-Kabupaten Pandeglang, pertemuan pemuda yang diinisiasi Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pandeglang ini juga hadir Wakil Bupati (Wabup) Iing Andri Supriadi, dan Plt Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Pandeglang Puji Widodo.
Pada kesempatan itu Puji Widodo mengatakan, bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun sinergitas pemuda dengan pemerintah daerah.
“Intinya, kami ingin berdiskusi bersama untuk membangun sinergitas antara pemuda dan pemerintah daerah. Melalui pemuda, kami berharap dapat menjaring aspirasi masyarakat agar ke depan Pandeglang semakin maju,” katanya.
Puji mengatakan, sosialisasi tersebut diikuti 45 peserta perwakilan OKP se-Kabupaten Pandeglang.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang Iing Andri Supriadi dalam sambutannya mengatakan, bahwa peran pemuda sangat strategis dalam pembangunan daerah.
Iing mengingatkan, agar keaktifan pemuda di berbagai ruang diskusi dan pergerakan tetap diimbangi dengan tanggung jawab utama, khususnya bagi mahasiswa yang harus menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
“Yang paling ingin kalian cepat lulus itu bukan kalian, tapi orang tua kalian. Jangan sampai kita aktif bergerak, berdiskusi, dan memberi gagasan kepada pemerintah daerah maupun pihak swasta, tetapi aspirasi orang tua justru kita abaikan. Aspirasi mereka sederhana, yaitu melihat anak-anaknya segera menyelesaikan kuliah,” katanya.
Iing menambahkan, momen wisuda merupakan kebanggaan besar bagi orang tua. Meski mahasiswa belum tentu meneteskan air mata, namun orang tua yang akan merasakan haru dan rasa syukur atas keberhasilan anak-anaknya.
Oleh karenanya, Iing berharap, para mahasiswa dapat menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun.
Iing menyampaikan, bahwa tema kolaborasi antara pemuda dan pemerintah daerah menjadi momentum penting dalam mendorong kemajuan Pandeglang.
Dia mengajak, para pemuda untuk menilai perkembangan daerah secara objektif.
“Sebagian kalangan menilai Pandeglang belum maju. Namun faktanya, banyak indikator kemajuan yang sudah terlihat, terutama di sektor pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan formal maupun non formal yang dulu masih terbatas, kini sudah jauh lebih baik. Ini merupakan pondasi yang telah diletakkan oleh para pemimpin sebelumnya,” katanya.
Iing menambahkan, agar generasi muda tidak menafikan peran para pemimpin terdahulu, karena pembangunan merupakan proses berkelanjutan yang harus dilihat secara berimbang.
“Kekuatan dan semangat pemuda merupakan potensi besar yang harus diarahkan secara positif demi terwujudnya pembangunan yang berkeadilan,” katanya.***
Penulis: Abdul Azis


















































