Irna memastikan, jika para orangtua paham tentang pola hidup dan kualitas, maka ke depan tentu akan terlahir anak-anak yang hebat, berkualitas, salih dan salihah.

Bupati meminta, karenanya para remaja dapat menjaga diri dari hal-hal negatif, agar masa depannya tidak hancur.

“Jika akan melakukan hal buruk lihat wajah orangtua kita. Hidup ini singkat jangan dibuat lebih singkat dengan hal yang sia-sia,” katanya. [irp]

Sementara itu, pemateri dalam acara sosialisasi Ikeu Yuliani mengatakan, para remaja harus dapat memahami tentang kesehatan reproduksi, karena dengan memahami hal tersebut, maka akan mengenali diri sendiri.

“Permasalahan muncul ketika seseorang itu kurang stabil, remaja sangat rentan karena dalam kondisi tidak stabil, dipanguruhi hormon, tapi itu bisa diantisiipasi dengan cara mengenal diri sendiri,” katanya.

Menurut Ikeu, pada saat tumbuh, remaja belum bisa mengenali kondisi diri sendiri.

“Masa remaja, adalah masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa yang ditandai dengan perubahan fisiik dan fisikis, serta perubahan emosi, seperti pada saat menstruasi yang dialami remaja putri.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini