“Yang lebih penting lagi bagaimana satu industri dengan industri lainnya saling keterkaitan dalam produk yang dihasilkan dari hulu sampai hilirnya,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Septo Kalnadi menyebutkan, efek domino dari capaian target itu, berdampak pada naiknya jumlah partisipasi angkatan kerja.
Menurutnya, berdasarkan data yang dirilis BPS Provinsi Banten, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2022 sebanyak 6,46 juta orang, naik 202,98 ribu orang dibanding Agustus 2021.
Kemudian untuk Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 0,93 persen poin dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sampai bulan Agustus 2022 sebesar 8,09 persen, atau turun 0,89 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2021.
“Pada tahun 2023 nanti, Pemprov Banten juga dipastikan akan mendapat investasi PMA sebesar Rp1,7 triliun, yang dapat menyerap tenaga kerja dari 500-700 ribu orang,” ujarnya.
Selain itu, Septo juga menyebutkan adanya harapan besar dari proyek Tol Serang-Panimbang.


















































