“Pemilu tahun lalu partisipasinya hanya hanya 65 persen, kami harap dukungan MUI agar masyarakat bisa datang ke TPS untuk menyalurkan suaranya nanti,” katanya.
Irna menyebutkan, jika suksesi Pemilu bukan hanya tugas penyelenggara, seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Pemerintah. Akan tetapi, tugas seluruh kalangan masyarakat.
“Ini pesta rakyat, rakyat semua harus bergerak meningkatkan partisipasinya untuk mensukseskan pesta demokrasi. MUI bisa menstimulus untuk mendorong masyarakat supaya tidak golput (golongan putih-red),” terangnya.
Menurut Irna, hal lain yang perlu diperhatikan adalah dampak dari pesta rakyat tersebut. Biasanya, kata dia, kecenderungan terpecah belah sangat besar di antara sesama warga.
“Hadirnya MUI harus bisa mengedukasi masyarakat, jangan terprovokasi karena hanya akan memecah belah komponen bangsa. Kami yakin masyarakat sekarang lebih cerdas,” tuturnya.
Sementara, Ketua MUI Kabupaten Pandeglang KH Zamzami Yusuf berharap, agar setiap pengurus MUI mampu melaksanakan amanah sebagai pemersatu umat dan tempat bermusyawarah.


















































