“Kami tim patroli melakukan pembersihan di area goa Sanghyang Sirah, karena tempat tersebut di khususkan bagi peziarah untuk berzikir dan ibadah lainnya. Sementara untuk tempat keperluan memasak di pusatkan di Cikantana dengan jarak 100 meter dari bibir goa,” katanya.

Harpianto mengatakan, tim patroli juga melakukan pendataan kepada para musafir yang berada di sekitar Sanghyang Sirah.

Apabila si peziarah itu, kata dia, tanpa memiliki dokumen identitas dan perizinan yang lengkap, maka tim memerintahkan agar orang tersebut keluar dari lokasi itu dengan cara menitipkan musafir ke kapten kapal.

“Hal tersebut sengaja dilakukan sebagai upaya pembatasan kunjungan,” ujarnya.

Harpianto mengatakan, pada saat pemantauan laut, tim patroli mendapatkan aktivitas satu kapal motor nelayan yang tengah melakukan penyelaman menangkap gurita di laut blok pinang.

Dan tindakan yang dilakukan petugas saat itu, kata dia, mengusir kapal motor dan ABK agar tidak melakukan aktivitas di sekitar area tersebut.

“Berdasarkan informasi dari petugas BTNUK bahwa jalur tracking di seluruh wilayah Semenanjung Ujung Kulon ditutup sejak 1 November 2023. Penutupan tersebut dilakukan untuk melindungi habitat Badak Jawa,” kata Harpianto.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini