Reni mengaku, telah memulai usahanya sejak tahun 2012. Dia berharap, perhatian dari pemprov tidak hanya sekedar memberikan bantuan.
“Kalau ada pembinaan ya bagus juga, biar kita juga bisa menambah ilmu lagi dalam mengembangkan usaha,” katanya.
Sementara, Pj Gubernur Banten Al Muktabar menerangkan, bantuan UEP merupakan salah satu program Pemprov Banten guna memberikan stimulan kepada para pelaku UMKM.
“Ada berbagai program yang diberikan kepada masyarakat, satu di antaranya bantuan usaha ekonomi produktif ini. Tujuannya, untuk mendorong para pelaku UMKM agar semakin berkembang,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, bantuan itu juga merupakan salah satu bentuk ikhtiar bersama, antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Jangan dilihat dari nilainya, tapi dapat dilihat dengan kebersamaan, karena sangat penting untuk kita selalu bersama-sama,” ujarnya.
Al Muktabar berharap, sejumlah bantuan yang diberikan Pemprov dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat, khususnya para penerima bantuan.
“Karena ini program yang kita rancang sedemikian rupa, maka kita harus mengawal dan menyamakan niat sesuai dengan apa yang telah dicita-citakan bersama,” katanya.
Diketahui, pada kesempatan itu, Pemprov Banten menyalurkan bantuan UEP kepada 150 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), 60 bantuan sosial untuk disabilitas, dan 61 bantuan sosial bagi lanjut usia (lansia) terlantar.
Selain itu, 68 bantuan sosial bagi anak terlantar, bantuan kursi roda, dan 13.000 benih ikan untuk kepala kelompok pembudidaya ikan.
Kemudian, disalurkan juga bantuan penataan fisik, landmark, selfie deck, pedestrian dan toilet pada destinasi wisata, bantuan 14 ekor domba untuk dua kelompok tani, bantuan beras, bantuan sosial keluarga untuk 1.169 KPM, serta bantuan makanan tambahan bagi anak berisiko stunting untuk 20 anak.***


















































