Sementara Direktur PT MCH Andreas Ja’far mengaku senang bisa bekerja sama dengan PMI Banten.
Saat ini, kata dia, PT MCH sudah melaksanakan pelayanan hemodialisa di 46 fasilitas kesehatan se-Indonesia, mulai dari Aceh hingga Timika.
“Di Banten ini klinik pertama. Kita mulai kerja keras dan cepat, agar targetnya Agustus bisa dibuka,” ujarnya.
Apa yang membedakan pelayanan klinik PMI Banten dengan fasilitas kesehatan lain?
Kata Andreas, di klinik PMI Banten akan diberikan pelayanan hemodialisa dengan sistem single use. [irp]
Setiap peralatan digunakan sekali pakai. “Saat ini mayoritas menggunakan re-use, penggunaan kembali. Kami single use, ini yang akan membedakan,” ujarnya.
Andreas memastikan, perusahaannya akan membawa langsung partner dari Jepang untuk penyediaan alat terbaru.
“Bahwa di sini ada potensi, kita bisa menolong orang lebih banyak. Dan kita akan gunakan alat semuanya baru,” ujarnya.
Kata Andreas, PT MCH dengan PMI Banten mempunyai misi yang sama, yakni beorientasi kemanusiaan dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Oleh karena itu, lanjutnya, dalam operasionalnya nanti akan menerima semua masyarakat yang punya kepesertaan BPJS Kesehatan.***



















































