Kencangnya teriakan para santri, lanjut Nardi, membuat para warga berhamburan memberikan pertolongan. Hingga akhirnya, kibaran api pun dapat dipadamkan dengan menggunakan alat seadanya.
“Untung ada air balong pak, warga bahu membahu berhasil memadamkan api yang saat iti sedang membesar. Tapi sayang, semua unit kamar santri hangus terbakar,” tuturnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Khozanaturrohmah Al-Idrus Kyai Puad Fahru menerangkan, jika kebakaran terjadi akibat korsleting listrik.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Namun, ada beberapa santri yang kehilangan ponsel karena terbakar,” ujarnya.
Puad berharap, ke depan kobong santri yang terbakar bisa kembali terbangun.
“Harapan kami cuma itu, mudah-mudahan ada rahasia positif dibalik musibah ini,” tuturnya.***


















































