“Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta, berasal dari pegawai TNUK, perwakilan masyarakat, Pemerintah Desa, Kecamatan, Pemerintah Kabupaten, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta para mitra. Kemudian, dipandu oleh fasilitator dari Direktorat Pengelolaan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE sebanyak dua orang,” kata Anggodo.
Dia berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan penilaian efektivitas pengelolaan TNUK dan dapat memperoleh nilai efektivitas pengelolaan TNUK Tahun 2022. “Ini sebagai upaya peningkatan kualitas pengelolaan dan menjadi sistem monitoring pengelolaan kawasan konservasi,” tandas Anggodo. ***


















































