Menurut Irna, kegiatan usaha pertanian saat ini merupakan hal yang sangat menjanjikan, terlebih lahan pertanian di Pandeglang masih sangat luas.
“Hasil pertanian kita masukkan ke pasar besar, kita buat koorporasi, masa kita mau diam saja, barang banyak dipasok dari luar, makanya peluang kita harus kita maksimalkan,” katanya.
Bupati berpesan, agar bantuan alsintan yang telah diberikan jangan sampai pindah tangan kepada orang lain, apalagi sampai diperjualbelikan.

“Kalau sesama poktan masih wilayah Pandeglang silahkan dipergunakan, yang terpenting dijaga dan dirawat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Distan Kabupaten Pandeglang M Nasir mengatakan, bantuan alsintan yang saat ini disalurkan kepada anggota poktan sebanyak 42 unit, yang tersebar di 15 kecamatan, 31 desa dan 37 poktan.
“Untuk kecamatannya, di antaranya Kecamatan Cikeusik, Sobang, Labuan, Sukaresmi, Patia, dan ada beberapa lagi semuanya 15 kecamatan,” ujarnya.
Nasir mengatakan, khususnya untuk bantuan pompa dimaksudkan untuk menangani bencana kekeringan akibat dampak El Nino. Oleh karena, kata dia, ada 12 kecamatan dan 1800 hektare lahan yang teridentifikasi.
“Tapi, alhamdulillah sudah dapat diintervensi, dan ada seluas 500 hektare yang masih ada sumber air. Kita akan terus mengupayakan bantuan sumur pantek untuk di beberapa kecamatan,” katanya.***


















































