Wabup Serang Muhammad Najib Hamas
Wabup Serang Muhammad Najib Hamas memberikan bantuan sembako kepada korban bencana longsor, di Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Selasa (6/1/2026) malam. (Foto: Istimewa)

SERANG,SOROSOWAN.CO.ID – Korban bencana tanah longsor, di Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Selasa (6/1/2026) lalu, kini tengah ditangani.

Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas memastikan, penanganan bencana tanah longsor di daerah tersebut dilakukan secara maksimal, melibatkan tim gabungan diantaranya, personel TNI, dan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sebanyak 274 orang warga terdampak tanah longsor telah diungsikan ke lokasi yang aman, diberikan makanan siap saji, dan pendirian dapur umum untuk pemenuhan kebutuhan.

Sementara untuk penanganan kondisi warga yang memiliki penyakit khusus, bayi, dan anak-anak yang membutuhkan asupan gizi optimal, dilakukan oleh petugas yang berkompeten.

“Saya sudah mendapatkan laporan adanya longsor ini beberapa menit setelah kejadian, dan saya langsung berkoordinasi dengan Ibu Bupati serta stakeholder terkait untuk dilakukan penanganan,” kata Najib Hamas saat peninjauan lokasi longsor, Selasa (6/1/2026) malam.

Najib Hamas meyakinkan, seluruh warga korban longsor telah dievakuasi oleh Tim Gabungan dari TNI-Polri, BPBD, Muspika, staf pemerintahan desa, dan para relawan lainnya.

“Saya hadir malam ini setelah menyelesaikan beberapa agenda kegiatan kedinasan, untuk memastikan kebutuhan warga korban longsor segera diatasi,” ujarnya.

Warga Panik Saat Longsor Terjadi

Diketahui, bencana tanah longsor di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang terjadi di area Bukit Gapuas, Selasa 6 Januari 2026, pukul 10.30 Wib.

Ratusan warga, baik yang sedang beraktivitas dan beristirahat di dalam rumah, panik berlarian menyelamatkan diri, karena dampak tanah longsor saat itu sampai ke pemukiman penduduk.

Saat ini, warga korban tanah longsor itu mengungsi di gedung Madrasah Roudhotunnajah, berjarak sekitar 500 meter dari pemukiman mereka sebelumnya.

Jumlah warga yang mengungsi mencapai ratusan orang, terdiri dari 31 oranh lansia, 21 balita, dan 4 ibu hamil. Sementara 218 oranh lainnya merupakan kelompok dewasa dan anak-anak.

Pemerintah setempat memastikan, insiden tersebut tidak menelan korban jiwa. Para pengungsi berada dalam kondisi aman dan terus mendapatkan pendampingan serta pemantauan dari tim gabungan di lapangan.***

Penulis: RD Dikdik M
Editor: Abdul Azis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini