“Angka stunting tahun 2023 masih menunggu launching hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dan pastinya diharapkan menurun sehingga mencapai target diangka 23 persen untuk Kabupaten Pandeglang dan 14 persen target nasional,” imbuhnya.
Irna menegaskan, jika prevalensi tinggi ini harus dapat diselesaikan dengan kolaborasi serta mengubah pola hidup dan paradigma masyarakat.
“Dengan program yang kita buat bisa memberikan pedoman kepada para kader agar mendorong ibu hamil, bayi dan balita untuk datang ke Posyandu,” sarannya.
Sementara itu, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Pandeglang Ahmad Saefudin mengatakan, upaya penurunan stunting yang dilakukan instansinya dengan memberikan penyuluhan kepada keluarga risiko stunting, pelaksanaan dapur sehat, pembinaan, dan pendewasaan isia perkawinan.
“Upaya itu dilakukan Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 2.943. Tugasnya membantu pendampingan untuk calon pengantin, ibu hamil pasca bersalin dan balita agar terpantau kondisi kesehatannya sehingga tidak berisiko stanting,” katanya.***



















































