Irna Ajak Warga Gotong Royong Rawat Budaya Pandeglang

219
0

“Tepat di hari ke-15 Ramadan, masyarakat dari berbagai kampung ramai melakukan tradisi tahunan turun temurun Ngadu Bedug itu,” kata Iim

Menurutnya, esensi “ngadu” dalam tradisi ini bukan bedug yang diadu, tetapi lebih kepada mengadu lagu-lagu yang dinyanyikan dengan cara menabuh bedug.

“Mulai dari nangtang yang dijawab dengan lagu tingtit tingbrang, gigibrig tuma hingga lagu kalapa samanggar,” jelasnya. [irp]

Dijelaskan Imron, lagu-lagu itu tercipta di belantara kampung, tempat ngadu bedug biasa dilakukan. Bahkan cahaya patromak dan juga obor membangun suasana yang mampu mengamplifikasi suara bedug terdengar lebih menggelegar.

“Pada tahun 1976, tradisi Ngadu Bedug yang mulanya bertempat di sekitaran kampung mulai dialihkan ke Alun-alun Pandeglang. Upaya ini dilakukan Pemerintah Kabupaten Pandeglang bersama Kodim 0601 untuk menciptakan wadah yang kondusif bagi tradisi Ngadu Bedug,” katanya. [irp]

Imron mengatakan, dalam rangka merayakan hari kemenangan, paguyuban seniman Bedug Pandeglang bersama Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN) menggagas untuk merevitalisasi Ngadu Bedug lewat acara bertajuk “Gebrag Ngadu Bedug Pandeglang”.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini