Bukan hanya itu, microsleep bisa terjadi saat mata masih terbuka. Sehingga si pengemudi sulit mengantisipasi potensi masalah yang muncul saat berkendara.
Adapun solusi untuk mengatasi masalah itu? Yaitu membatasi mengemudi dalam waktu lama, maksimal selama dua jam. Saat merasa lelah atau mengantuk, segera beristirahat di tempat yang aman atau rest area untuk tidur sejenak.
Tidur selama 30 menit sudah cukup untuk mengembalikan kebugaran sebelum melanjutkan perjalanan.
Solusi lain, adalah bergantian mengemudi setiap dua jam atau mengkonsumsi minuman berkafein.
Menanggapi penjelasan tersebut, pemilik akun instagram crist27 berkomentar utamkan keselamatan dan tetap fokus.
Kemudian, di akun instagram fajar_pur97 menyebutkan, bahwa seorang pengendara motor pun bisa mengalami microsleep apabila durasi berkendaranya sudah terlalu lama tanpa istirahat. ***



















































