“Pemerintah Daerah terus mengupayakan dari kemudahan berusaha, kemudian hal lain yang self development sebagai daya dukung kita dalam agenda investasi, tata niaga ekspor dan impor. Itu terus kita upayakan,” katanya.
Al Muktabar berharap, dengan capaian tersebut dapat mendorong semangat ke depan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan di Banten.
“Jadi langkah-langkah yang terus bergulir secara baik ini menandakan progres kita, ke depan itu harapannya akan terus semakin baik,” ujarnya.
Berikut pelabuhan yang menyumbang nilai ekspor berdasarkan data BPS Periode Mei 2023.
Pelabuhan Merak sebesar US$ 9,06 juta, Pelabuhan Tanjung Leneng US$ 53,09 juta, Pelabuhan Cigading US$ 101,87 juta dan Bandara Soekarno-Hatta US$ 24,96 juta. Ditambah Pelabuhan Tanjung Priok sebesar US$ 930,27 juta dan pelabuhan lainnya sebesar US$ 2,21 juta.[irp]
Menurut Al Muktabar, Pelabuhan Merak pada saat pertama kali dioperasikan bertujuan untuk menunjang aktivitas perekonomian Hindia Belanda.
Posisinya, kata dia, sangat strategis karena menghubungkan dua pulau besar yakni Pulau Jawa dan Sumatera. Disamping, Pelabuhan Merak juga menunjang kegiatan seperti ekspor dan impor barang dari Indonesia ke luar negeri.
“Provinsi Banten kini terus melakukan upaya-upaya dalam menunjang peningkatan pertumbuhan ekonomi, di antaranya dengan memberikan fasilitas dan kemudahan kepada para calon investor,” kata Al Muktabar.***



















































