Katanya, selain berdiskusi tentang warisan budaya, pada acara itu juga digelar lomba kue jojorong. Konsep lombanya adalah tentang pembuat kue tersebut.

“Dalam lomba itu kita kumpulkan para pembuat kue jojorong ke dalam tujuh kelompok dan kita lombakan. Bagi seluruh peserta kita berikan uang pembinaan,” kata Aghnia

Ia berharap, dengan adanya seminar budaya tersebut para generasi muda mulai mengetahui apa saja yang menjadi warisan budaya Pandeglang mulai dari kesenian, bahasa daerah sampai makanan khas Pandeglang yakni kue jojorong.

Sementara itu, Penjabat Sekda Pandeglang Taufik Hidayat mengapresiasi Seminar Budaya yang digelar sanggar teater Sakala.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan budaya Pandeglang. Oleh karena sudah cukup banyak budaya yang terlupakan, karena tergerus oleh budaya luar. Maka saya mengajak, mari kita tingkatkan kembali kelestarianya,” ajaknya.

Taufik menyebutkan, setiap daerah memiliki budaya masing-masing, baik itu bidang kesenian, makanan, maupun bahasa daerah. “Khusus untuk bahasa daerah nanti akan kita diskusikan bersama Bupati Pandeglang yakni bagaimana caranya agar bahasa sunda Pandeglang tetap lestari,” ungkapnya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini