Yati Supriyati (60), penerima bansos beras asal Kecamatan Tangerang mengaku sangat senang dengan adanya bantuan yang diberikan.

Dia mengaku, penghasilannya sebagai pemulung begitu sangat terbantu dengan adanya bansos. [irp]

“Alhamdulillah saya dapat bantuan. Ini sangat membantu untuk makan sehari-hari. Nanti mau dimasak di rumah pakai kayu bakar,” katanya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar dalam sambutannya menyatakan, penyaluran bantuan UEP dan bansos merupakan bentuk dari hidup bersama antara Pemerintah dengan masyarakat sebagai satu kesatuan dalam mensejahterakan masyarakat Banten.

“Kita ini hidup bersama-sama. Sehingga apapun masalahnya, kita akan lalui bersama,” katanya. [irp]

Al Muktabar berharap, bantuan UEP dan bansos yang diberikan mampu meringankan permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat, terutama dalam sektor ekonomi.

“Kita berharap apa yang kita berikan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, dan mampu meningkatkan ekonomi mereka,” katanya.

Sedangkan, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten Nurhana mengatakan, bantuan UEP di Kota Tangerang diberikan kepada 650 KPM, terdiri atas 267 bantuan warung sembako, 288 bantuan non warung sembako, dan 10 bantuan bagi penjual gorengan.

Selain itu, lanjutnya, juga diberikan 48 bantuan bagi warung nasi/uduk, 19 bantuan tata boga dan 18 bantuan untuk pedagang bakso.

“Bukan hanya itu, pada acara yang sama juga disalurkan bantuan kursi roda, 500 paket sembako, dan bantuan rehab masjid serta musala yang penyaluran dilakukan secara simbolis ke beberapa OPD di Kota Tangerang,” ungkapnya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini