Agus mengatakan, penguatan digital pada koperasi di Provinsi Banten tidak hanya digunakan untuk memasarkan produk. Namun, bisa juga digunakan untuk mengadakan pelatihan dan pertemuan secara online dengan para nasabah atau anggota koperasi di berbagai daerah.
“Koperasi dan UMKM pada level provinsi sudah mengoptimalkan digitalisasi. Tidak hanya memasarkan tapi kita juga mulai mengadakan pertemuan secara virtual,” ujarnya.
Sedangkan, Ketua Koperasi Konsumen Nol Limbah Kabupaten Lebak Mulyadi Amin menyampaikan, koperasi yang bergerak pada pemanfaatan sampah keluarga sedang memaksimalkan penggunaan aplikasi digital.
Kata Mulyadi, pemanfaatan digital pada koperasi ini dilakukan melalui kegiatan “Bank Sampah Digital” yang mana pada pelaksanaan pendataannya dilakukan secara online melalui aplikasi berbantu excel.
Mulyadi menjelaskan, pengelolaan sampah pada koperasi nol limbah mengelola sampah organik dan non organik.
“Penerapan digitalisasi pada pelaksanaan operasional ini memerlukan kerja sama antar anggota, mitra dan pendirinya,” ungkapnya.
Diketahui, pada peringatan Hari Koperasi ke-76 dibeeukan bantuan hukum untuk 5 perwakilan koperasi dari 50 koperasi bersertifikat di Provinsi Banten. Bantuan ini merupakan bantuan operasional koperasi yang bertujuan untuk merangsang kerja sama antara koperasi dan masyarakat.***



















































