Suhartono mengartikan sekolah sebagai suatu institusi atau instansi pendidikan yang bersifat formal yang bertujuan untuk membantu proses pembelajaran belajar mengajar.

Sementara Wayne mendefinisikan sekolah dengan suatu organisasi yang bergerak dalam bidang sosial dan memiliki sistem berupa interaksi antar sesama. Interaksi ini terkait pribadi dan juga bersama bertujuan agar saling berhubungan.

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengertian sekolah yaitu salah satu bangunan atau lembaga yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar dengan berbagai jenjang pendidikan.

Dari berbagai pengertian di atas jelas, sekolah adalah tempat menuntut ilmu dalam proses belajar dan mengajar yang dikemas dalam kurikulum dan menuntut siswa untuk tuntas belajar di dalamnya, tanpa diperhatikan apakah sudah teraplikasikan dalam dunia nyata.

Sekolah dibatasi ruang dan waktu.Untuk mengontrol itu semua diperlukan peran orang tua dan masyarakat yang sigap atas semua prilaku anak. Karena pendidikan dikatakan berhasil jika siswa mampu mengaplikasikannya.

Dan maraknya isu gangster yang terjadi di sejumlah daerah, menjadi contoh nyata bagi kita selaku orang tua lalai terhadap anak-anak.

Aksi gangster dilakukan pada saat jam pengawasan kita selaku orangtua atau pada saat pulang sekolah. Kita mudah percaya apa yang dikatakan anak-anak. Akhirnya, kita bebankan semuanya pada pihak sekolah tanpa dilihat duduk permasalahnya.

Bahkan pertanyaan yang sering muncul pertama kali jika anak kita bersalah “sekolahnya dimana, siapa kepala sekolahnya, siapa gurunya”. Tidak pernah ditanya anak siapa, dan siapa nama orangtuanya.

Kita kerap berlindung dari kesalahan anak yang dilakukan. Padahal kita larut dengan kesibukan sendiri tidak ada waktu bercengkrama apalagi bertanya terhadap proses belajar dan mengajar di sekolah.

Untuk itu, sebagai orangtua kita berkewajiban tahu terhadap apa saja yang dilakukan anak-anak kita dengan cara kontrol terus penggunaan handphone, berikan perhatian dan kasih sayang yang cukup, ajak bicara anak-anak atas segala kebutuhannya, jangan menganggap anak kita berpikiran kecil, buat mereka bertanggung jawab.

Semoga apa yang dilakukan akan menimbulkan sinergi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mengawasi anak-anak. (*)

[simple-author-box]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini