Pada pelaksanaan kegiatan seba Baduy kita akan melihat iring-iringan warga Baduy yang berjalan kaki dari arah Kecamatan Leuwidamar menuju pendopo Kabupaten Lebak dengan pakaian dua warna.

Dalam hal berpakaian ini mereka menunjukkan identitas kelompok masing-masing.

Kelompok yang berpakaian serba putih merupakan utusan Baduy jero (dalam) sedangkan Baduy yang berpakaian serba hitam dengan ikat kepala warna biru menunjukkan utusan Baduy luar.

Dalam pelaksanaan kegiatan Seba Baduy, utusan warga Baduy dan Pemerintah Daerah baik Kabupaten Lebak maupun Provinsi Banten akan saling bertukar bingkisan yang dilakukan masing-masing ketua rombongan dan pejabat pemerintah yang ditunjuk.

Pada perayaan Seba Baduy kali ini (2022) mungkin berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini karena sudah adanya pergeseran zaman.

Kehidupan warga Baduy pun tanpa kita sadari mungkin sudah banyak terpengaruh budaya luar Baduy.

Demikian juga pada acara yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah sudah sedikit lebih dipoles kepada acara wisata tradisional. Itu terlihat dengan banyaknya stand-stand yang didirikan yang bertemakan ekonomi kreatif Kabupaten Lebak.

Selain itu juga adanya panggung hiburan yang menampilkan musik modern dan juga wayang golek yang bukan kesenian Kabupaten Lebak, Banten.

Sehingga acara Seba Baduy tertutup oleh acara-acara presentasi keberadaan ekonomi kreatif kepada pejabat-pejabat daerah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini