Seba Baduy, Sebuah Tradisi yang Hampir Tergerus Zaman

891
0

Walaupun pada stand-stand itu menampilkan alat-alat seni, pakaian dan gambar atau poto kehidupan Baduy menurut versi mereka.

Mungkin acara ini lebih tepat dikatakan gelaran Pameran Ekonomi Kreatif Kabupaten Lebak sambil mengenalkan budaya suku Baduy. Mainan tradisional yang hampir dilupakan atau sama sekali tidak dikenali lagi oleh anak-anak muda milenial masa kini seperti enggrang (jajangkungan yang terbuat dari bambu), bakiak batok (terbuat dari tempurung kelapa satu butir yang dibelah dua dan diberi tali sebagai pegangannya), congklak, bakiak rame (bakiak yang terbuat dari sepasang kayu panjang yang dipakai oleh tiga orang), gangsing (panggal).

Untuk gangsing sendiri sepengetahuan penulis harusnya terbuat dari kayu dengan bermacam bentuk dan ukuran bukan gangsing yang terbuat dari bambu.

Namun demikian kegiatan Seba Baduy yang dilaksanakan di Kabupaten Lebak patut diapresiasi karena dapat melepaskan dahaga kebutuhan hiburan warga masyarakat yang sudah hampir tiga tahun terbelenggu oleh Covid-19, serta juga dapat membangkitkan perekonomian masyarakat kecil.

Hal ini dapat terlihat banyaknya pengunjung yang jajan dan cepat larisnya dagangan mereka.

Pengemis pun tentunya ikut ambil bagian mengais peruntungan pada Seba Baduy yang digelar di halaman gedung Pendopo Bupati Lebak tanggal 5,6 dan 7 Mei 2022 itu.

Begitu juga dengan para pemulung yang mendapatkan barang bekas dan mudah didapati.

Selain itu tukang parkir pun ketiban rezeki yang sangat banyak akibat parkiran kendaraan yang memadati arwa acara tersebut. (*)

Wallahualam Bissawab

[simple-author-box]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini