Tatu berjanji, selain di Desa Lontar, Pemkab Serang juga akan memperluas program penanaman mangrove di wilayah yang rawan abrasi. “Karena kita kan punya wilayah pesisir yang cukup panjang,” ucapnya.
Sementara itu, Rektor UGM Profesor Ova Emilia mengatakan, penanaman 8000 pohon mangrove merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN), tentang pembelajaran pemberdayaan masyarakat (PPM) mahasiswa UGM. “Ada 30 mahasiswa yang kami terjunkan di Kabupaten Serang,” katanya.
Menurut Ova, dalam program itu ada dua hal yang menjadi target. Pertama, untuk mendidik mahasiswa dan menanamkan rasa empati, kepemimpinan, nasionalisme, dan rasa sosial di mahasiswa. Kemudian, untuk memberikan manfaat bagi masyarakat atas program tersebut.
“Ada beberapa lokasi yang menjadi sasaran kita, mulai dari wilayah rawan abrasi, sampah, dan rawan banjir. Jadi mahasiswa berkolaborasi dengan masyarakat,” ujarnya.


















































