“Bukan hanya itu, angklung buhun juga pernah dikolaborasi dengan musik modern,” ungkapnya.
Imam mengaku, angklung buhun biasanya dimainkan pada acara-acara ritual atau perayaan adat, mulai dari seba, panen, nikahan, dan pengolahan.
“Namun kini sudah mulai terbuka, generasi muda dari luar boleh memainkan serta menampilkan kesenian tersebut,” katanya. [irp]
Sementara, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid yang hadir pada malam Apresiasi Kebudayaan Indonesia Tahun 2022 itu, mengatakan, kegiatan itu sebagai bentuk kehadiran negara dalam mengapresiasi para pelestari budaya.
Katanya, ada 29 anugerah pada 6 kategori pelestari budaya yang diberikan. Sedangkan, dari 781 WBTB yang diusulkan, baru sebanyak 200 yang ditetapkan.
“Saat ini, ada 1.708 warisan budaya tak benda yang sudah ditetapkan,” ungkapnya.***


















































