Dinilai Merusak Lingkungan, Ratusan Warga Desa Citeureup Demo Perkebunan Vanili Panimbang

    186
    0

    “Ditambah lagi irigasi kecil kecil di daerah kami juga mengalami pendangkalan. Sehingga ketika turun hujan, air tidak tertampung dengan baik dan langsung masuk ke pemukiman warga. Ini perlu ada solusi, harus diatasi segera,” tandasnya.

    Sementara itu pantauan wartawan SOROSOWAN, selain berorasi para pengunjuk rasa juga mengusung-usungkan poster bertuliskan kecaman. Pendemo sebelumnya mulai berkumpul di Pasar Citeureup sekitar pukul 08.30 WIB, kemudian bergerak dengan jalan kaki menuju gerbang masuk kawasan perkebunan milik PT JHL.

    Sedangkan, orator aksi lainnya, Engkos Kosasih mendesak PT JHL untuk segera membuat perjanjian komitmen penyelesaian persoalan keruskan lingkungan yang terjadi. Engkos mengancam, apabila penanggung jawab proyek perkebunan vinili tidak menyelesaikan masalah tersebut, maka warga akan menyegel kawasan usaha itu.

    “Apabila tuntutan masyarakat tidak terealisasi dan keselamatan warga diabaikan, maka hanya ada satu kata, lawan!. Kita segel Kawasan proyek PT JHL,” seru Engkos.

    Sekretaris Forum Pemuda Desa Citeureup ini menyerukan untuk tidak bubar dari lokasi aksi, sebelum PT JHL menandatangani perjanjian atau komitmen untuk menyelesaikan sejumlah persoalan kerusakan lingkungan yang terjadi. “Jika PT JHL tidak mau membuat komitmen dengan kami, kita tidak boleh bubar. Kita harus berjuang untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.

    Setelah aksi berlangsung kurang lebih sekira satu jam lebih, perwakilan PT JHL pun yang diwakili oleh staf PT JHL dan konsultan pengawas dari PT JKS Toman, akhirnya mau menandatangani perjanjian komitmen tersebut. “Kita akan selesaikan persoalan banjir ini, ayo kita bersama-sama untuk turun ke lapangan,” kata staf PT JHL Azis.

    Diketahui, tuntutan warga Desa Citeureup terhadap pengelola perkebunan vanili Panimbang, di antaranya:

    – Menuntut tanggung jawab PT JHL untuk pencegahan banjir
    – Menuntut PT JHL terbuka dalam rancangan rencana kerja
    – Menuntut PT JHL melibatkan masyarakat dalam penyusunan UKL, UPL dan Amdal
    – Menuntut agar PT JHL memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja serta memasang rambu-rambu, dan
    – Menuntut PT JHL menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 70 persen.

    Tuntutan pendemo yang dituangkan dalam perjanjian komitmen ini kemudian ditandatangani oleh PT JHL, Forum Pemuda Citeureup, Tokoh Maysarkat dan Kepala Desa Citeureup.***

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini