“Kita sangat mendukung konsep Diplomasi Jenderal Dudung, karena itu positif untuk pertahanan Indonesia. Kita akan selalu mendukungnya,” sambungnya.
Slamet mengatakan, latihan bersama antara TNI AD dengan TDDB Darussalam tidak perlu meminta persetujuan Komisi I DPR.
Oleh karena, katanya, hal tersebut merupakan wewenangnya pimpinan kesatuan, termasuk TNI AD.
“Tidak harus meminta persetujuan kita,” tandasnya. [irp]
Slamet memastikan, rakyat akan melihat kemahiran masing-masing tentara kedua negara pada saat latihan bersama berlangsung.
“Atas dasar itu, semua pihak harus mendukung latihan bersama dalam bidang penanggulangan bencana kedua negara tersebut,” ungkapnya.***


















































