Sementara, Penjabat Ketua TP PKK Provinsi Banten Tine Al Muktabar berjanji, pihaknya akan segera melaunching sekolah online berbasis Massive Open Online Courses (MOOC) yang bertujuan meningkatkan kapasitas kader PKK dalam mendampingi keluarga stunting dan keluarga berisiko stunting.

“Ke depan TP PKK akan berperan atau berkontribusi dalam mendampingi keluarga stunting dan mencegah keluarga yang berisiko stunting. Satu kader akan mendampingi sepuluh keluarga,” katanya.

Menurut Tine, para kader PKK harus melaporkan bagaimana keadaan atau parameter terkait penanganan stunting dengan menggunakan aplikasi E-Dasawisma.

“Dengan ini hasil monitoring kader pada keluarga tersebut dapat terakses TP PKK kabupaten/kota, desa, kecamatan sampai provinsi secara berjenjang. Kami juga akan share kepada para pemangku kebijakan, sehingga dapat ditindaklanjuti dalam kebijakan sebagai proses penanganan stunting,” ujarnya.

Tine mengatakan, saat ini terdapat 90 lokasi fokus (lokus) penanganan stunting di Provinsi Banten. “Sebagai mitra pemerintah, kami akan berupaya menurunkan angka stunting melalui pendamping TP PKK yang berjumlah 1300 kader,” katanya.

Sebagai informasi, selain mengukuhkan Penjabat Ketua dan Pelantikan TP PKK Banten Masa Bakti 2022-2024, Al Muktabar juga melantik Tine Al Muktabar sebagai Bunda PAUD Provinsi Banten.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini