“Pentingnya kegiatan itu, saya perintah kepada seluruh personel untuk mengikuti kegiatan itu dengan sungguh-sungguh,” katanya.
Selain kepada para peserta, kata Roby, para pelatih juga telah diingatkan agar menyiapkan materi pelatihan secara interaktif, salah satunya melalui studi kasus terkait tantangan dan hambatan dari pengalaman operasi sebelumnya.
“Cara penyampaian itu penting untuk disampaikan, sehingga para peserta pelatihan betul-betul memahami dan bisa mengimplementasikan teori yang didapat di lapangan, serta bisa bertindak cepat, tepat dan terarah,” ungkapnya.
Roby memaparkan, selain dilatih 12 gerakan pengaturan lalu lintas, penanganan TP TKP dan lain-lain, dalam kesempatan tersebut juga ada paparan materi dari Kasat Intelkam terkait antisipasi ancaman dan titik-titik yang ditengarai rawan terjadinya gangguan Kamtibmas, kemacetan lalu lintas serta masalah lainnya.
“Pelatihan ini harus dijadikan momentum bagi semua personel, bukan hanya untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi anggota, tapi juga menjadi bekal untuk bersinergi dengan seluruh stakeholder serta menyamakan visi dan misi dalam pelaksanaan tugas,” tuturnya.***



















































