“Kenapa ini dilakukan? Karena sejatinya tugas pemerintah itu selain mengatur, juga ada sebagai pelayan yang melayani,” katanya, seraya menyebutkan, Desa Kanekes merupakan pusat pergerakan UMKM dan desa budaya yang sangat terkenal sampai mancanegara.
Al Muktabar berjanji, akan mengembangkan kegiatan wisata di daerah itu, dengan tidak menghilangkan kesakralan dari adat istiadat setempat.
“Jika Desa Kanekes tidak mau menerima bantuan Dana Desa (DD), maka Pemprov akan mencari skema lain untuk mengembangkannya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Banten Yeremia Mendrofa mengatakan, kunker itu awalnya diusulkan hanya pada tataran Komisi V dengan mitra kerja menjelang akhir tahun.
Namun ketika rencana tersebut dikonsultasikan kepada Pj Gubernur Al Muktabar, langsung didukung, serta sekaligus memberikan arahan dan masukan, sehingga kegiatan yang dilaksanakan lebih meriah. [irp]
“Kita ingin ada semacam kunjungan ke daerah dengan suatu program yang kita bawa,” katanya.
Yeremia berharap, bakti sosial itu menjadi salah satu cara untuk mewujudkan keinginan masyarakat.
“Makanya ke depan kita akan terus melakukan akselerasi kegiatan seperti ini. Sehingga, menjadi sebuah program rutin, baik itu per momentum maupun diagendakan,” katanya.
Sedangkan, Bupati Lebak Iti Oktavia Jayabaya mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pemprov Banten kepada warga Lebak dengan memberikan sejumlah bantuan pada acara bakti sosial.
“Kami sangat bersyukur dengan ada kunjungan itu, karena kalau hanya mengandalkan APBD Lebak itu sangat tidak mungkin, karena jumlahnya terbatas,” katanya.***


















































