M Tranggono: Dukung Pengembangan Bisnis Maritim di Selat Sunda

    231
    0

    Tranggono mengatakan bahwa pengelola jalan tol akan membangun jalan tol hingga pintu masuk pelabuhan untuk memperlancar arus bongkar muat kapal penyeberangan.

    “Pemprov Banten juga melihat potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada pelabuhan-pelabuhan di Selat Sunda itu,” ungkapnya.

    Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Kelautan Maritim dan Energi Menko Marinvest Basilio Dias Araujo mengungkapkan, wilayah laut Indonesia dilewati banyak kapal-kapal besar. Namun Indonesia tidak banyak menerima manfaat.

    “Indonesia harus menjaga keamanan wilayah laut. Belum lagi emisi karbon dari kapal yang melintas,” ungkapnya.

    Dikatakan, berdasarkan data Kementerian Perhubungan, Selat Sunda banyak dilintasi kapal besar. “Per hari 150 kapal besar melintasi Selat Sunda. Banyak potensi layanan kepelabuhan yang bisa di manfaatkan,” ungkap Basilio.

    Katanya, Indonesia harus memperhatikan potensi itu. Karena Indonesia merupakan negara ketiga terbesar penyuplai pelaut internasional.

    Sedangkan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Babar Suharso menjelaskan, ekspor dari perusahaan di Provinsi Banten Tahun 2021 mencapai 13,5 miliar US Dolar.

    “Sebanyak 80 persen diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Sisanya melalui pelabuhan-pelabuhan di Provinsi Banten,” ungkapnya.

    Sementara nilai impor barang di Provinsi Banten mencapai 15 miliar US Dolar. Semuanya masuk melalui pelabuhan di Provinsi Banten. “Ini yang merusak neraca ekspor impor Provinsi Banten,” katanya. ***

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini