Mintalah anak untuk memikirkan dari mana atau dari siapa informasi itu berasal. Tanya juga apa kaitannya dan mengapa informasi itu tergolong penting atau tidak penting.
Keempat : Membantu Anak Menemukan Minatnya
Untuk tingkatan ini, ketika anak-anak sangat tertarik pada suatu topik, mereka akan lebih terlibat dan mau bereksperimen. Proses memperluas pengetahuan anak dapat menciptakan banyak peluang untuk anak berpikir kritis.
Kelima : Ajarkan Keterampilan Memecahkan Masalah
Setiap orang pasti akan menemukan masalah, termasuk anak. Maka, ketika mereka menghadapi masalah atau konflik, sarankan dia menggunakan keterampilan berpikir kritis untuk memahami masalah dan mendapatkan solusi terbaik.
Ajari anak untuk membuat langkah-langkah pemecahan masalah sebelum akhirnya menemukan solusi.
Misalnya, ketika anak memecahkan vas bunga, anak perlu tahu kalau solusi untuk hal tersebut bukan hanya meminta maaf. Anak perlu membereskan kerusakan yang terjadi.
Kemudian, merapikan pecahan vas bunga, membuang pecahannya ke tong sampah, mengepel lantai bila diperlukan, kemudian mengaku dan meminta maaf.
Nah, sebagai solusi akhir, minta anak untuk berjanji agar lebih berhati-hati ke depannya supaya tidak terulang kembali.
Tidak ada satu metode yang paling efektif untuk melatih anak berpikir kritis. Pada akhirnya, seiring dengan perjalanan waktu dan pertambahan usia, anak akan menemukan caranya sendiri.
Namun, sudah menjadi tugas orang tua untuk mendampingi, mengupayakan, dan memberikan ruang yang besar sebagai cara anak untuk berpikir kritis.



















































