“Ada di antara item-item itu, memperlihatkan perkembangan provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia,” katanya.
Al Muktabar menyebutkan, dari data yang disampaikan dalam rapat koordinasi inflasi, ada sedikit pergerakan permintaan dan pasokan pada beberapa bahan pokok.
“Tapi, kalau saya kutip dari bapak Menteri bahwa secara umum situasinya masih baik. Termasuk berarti dalam rangka kita mendekati hari besar,” katanya.
Al Muktabar mengatakan, pemerintah memberikan ruang jika ada hal-hal teknis yang diperlukan, dengan cara mengajukan ke Badan Pangan Nasional.
“Dalam setiap kesempatan saya sering menyampaikan bahwa kita mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) yang tahun ini sebesar Rp 79 miliar. Mudah-mudahan anggaran itu bisa menjawab berbagai hal yang dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Mendagri M Tito Karnavian dalam arahannya, meminta semua pihak dibantu TNI untuk bisa membantu gerakan menanam.
Menurut Tito, TNI memiliki kemampuan yang luar biasa, baik dari operasi maupun sektornya.
“Tanaman yang cepat dipanen itu penyebab inflasi, seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah. Kalau TNI bergerak dengan gerakan tanam cabai dan bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah, maka itu bisa mengendalikan inflasi,” katanya.
Menurutnya, TNI juga memiliki akses ke daerah-daerah terpencil, karena memiliki pesawat dan kapal. Sehingga, dapat memfasilitasi warga di pulau-pulau tersebut, seperti saat membantu menyalurkan kebutuhan pokok ke Pulau Karimun Jawa.
“Melihat hasil diskusi kita, inflasi relatif terkendali diangka 5,28 persen. Tapi ada beberapa komoditas yang perlu kita waspadai seperti beras dan minyak goreng,” katanya.***


















































