Encep menegaskan, jika pelatihan yang bertujuan untuk penurunan angka stunting bersama Tanoto Foundation bukan yang pertama.

Encep mengaku, sebelumnya Pemkab Pandeglang juga telah mengundang Penyuluh Agama Islam (PAI) dari setiap kecamatan di Kabupaten Pandeglang.

“Kami sempat mengundang para penyuluh untuk mendapatkan edukasi tentang stunting. Itu sengaja kami lakukan mengingat peran mereka cukup strategis,” ujarnya.

Sementara itu, Maksudi, perwakilan Tanoto Foundation menerangkan, kerja sama penanggulangan stunting dengan Pemkab Pandeglang telah dilakukan sejak 2021.

“Fokus kami pada perubahan perilaku. Targetnya adalah penyusunan dokumen strategi Komunikasi Perubahan Perilaku yang mencakup rencana kerja melibatkan berbagai OPD terkait di Kabupaten Pandeglang,” katanya.

Maksudi menyebutkan, keterlibatan tokoh agama dalam upaya menurunkan angka stunting merupakan hal yang sangat penting, mengingat budaya masyarakat Pandeglang yang patuh terhadap ajaran agama.

“Secara nasional, tren penurunan angka stunting di Kabupaten Pandeglang cukup signifikan, dari 37,8 persen pada tahun 2022 menjadi 8,4 persen pada tahun 2023,” katanya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini