Pandji mengatakan, bahwa semua rencana tersebut dihitung mulai dari aset, tabungan, pinjaman, simpanan antar bank, rencana profit, proyeksi profit, dan asumsi yang akan dicapai.
“Pertimbangannya ya, harus memperoleh untung, orientasinya profit, dengan input seminimum mungkin, tapi outputnya semaksimal mungkin,” tandasnya.

Pandji memastikan, keuntungan dari target keuntungan di tahun ini sudah tercapai.
“Capaian BPR Serang relatif paling bagus di antara Jawa Barat dan Banten,” tuturnya. [irp]
Pandji mengingatakan, para jajaran direksi agar mampu mendapatkan dana murah. Mengingat di tahun ini, tabungan mencapai masyarakat mencapai Rp180 miliar, tahun yang akan datang diproyeksikan meningkat menjadi Rp207 miliar.
Sementara untuk deposito, tahun 2022 sebanyak 80, dan tahun yang akan datang diproyeksikan menjadi 157 deposito.
“Kita ingin dorong dari simpanan bank, kita memberikan bunga, kemudian uang itu kita putar lagi dalam bentuk kredit, ada margin dari kredit yang diberikan dibanding dengan jumlah yang diberikan kepada nasabah,” ungkapnya.


















































