Rusun Santri Ponpes Jamiatul Ikhwan Senilai Rp3 Miliar Diresmikan

    312
    0

    Tatu mengatakan, Ponpes Jamiatul Ikhwan ini pun bagian dari pendidikan tentunya.

    Dengan diberikannya rusun yang menjadi sarana prasarana penunjang ini, anak-anak santri diharapkan bisa lebih giat lagi dalam menimba ilmu agama.

    “Sebagaimana disampaikan Pak Haji Jaman, semoga dengan ini anak-anak bisa lebih termotivasi lebih giat lagi belajarnya, lebih giat lagi untuk menuntut ilmu agamanya di pesantren ini,” tuturnya.

    Tatu berharap, para pengurus ponpes bisa merawat dan menjaga rusun yang bisa menampung 56 orang santri ini dengan baik.

    “Jika tidak dirawat, akan lebih cepat hancur. Salah satunya toiletnya harus bersih, terlebih anak-anak santri di sini sudah besar,” katanya.

    Sementara, anggota Komisi V DPR RI Tubagus Haerul Jaman mengatakan, pembangunan rusun yang dibiayai Kementerian PUPR merupakan program Komisi V DPR RI.

    “Ini program Komisi V, yang direalisasikan Kementerian PUPR untuk sapras ponpes. Bukan hanya rusuna, ada juga sanitasi atau MCK untuk pondok pesantren,” katanya.

    Jaman berharap, bangunan tersebut bermanfaat untuk para santri yang ada di ponpes tersebut, bisa memotivasi mereka untuk lebih giat lagi belajar.

    Sedangkan, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa I Direktorat Jendral Perumahan Kementerian PUPR Firsta Ismet menerangkan, rusun santri itu berjumlah dua lantai dan 14 unit kamar, dengan daya tampung 56 orang.

    “Waktu pelaksanaan bangunan ini selama 133 hari kalender, dengan menghabiskan APBN Rp3 miliar, untuk pembangunan kontruksi dan mebeler,” ujarnya.

    Pimpinan Ponpes Jamiatul Ikhwan KH Tubagus Ahmad Khudori Yusuf memastikan, pihaknya akan menjaga dan merawat hibah bangunan dari Kementerian PUPR tersebut.

    “Kami yakin, keberadaan rusun ini akan menambah minat para santri untuk menimba ilmu di Ponpes Jamiatul Ikhwan ini,” katanya.***

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini