“Sepeda listrik penting bagi kami untuk menunjang kinerja kami di kampung. Kalau tidak penting tidak mungkin kami datang ke sini,” ujar Supardi, Koordinator Aksi asal Desa Paniis, Kecamatan Koroncong saat orasi.
Supardi mengatakan, tujuan dirinya bersama para ketua RT/RW ke gedung DPRD untuk meminta agar para wakil rakyat menyetujui wacana pengadaan sepeda listrik serta meminta penjelasan kepada anggota DPRD yang tidak setuju terhadap program tersebut.
Supardi menyakini bahwa rencana pengadaan sepeda listrik RT/RW sebagai penghargaan. Serta wujud perhatian dan apresiasi Bupati kepada para RT/RW yang secara sukarela menjalankan amanah melayani masyarakat di daerah masing-masing.
“Jika dewan menolak, alasannya apa? Kami kerja 24 jam melayani masyarakat, sudah sewajarnya kami meminta sepeda untuk kerja,” jelasnya.
Supardi bercerita, ada salah satu RT di Pandeglang yang sama sekali tidak memiliki kendaraan. Apabila hendak mengunjungi rumah warga yang jaraknya 1-2 kilometer, terpaksa harus berjalan kaki.
“Untuk kerja kami harus ada fasilitas. Karena kami nggak semua punya motor. Sekarang ada pengadaan sepeda untuk mendukung kerja kami, kenapa ditolak,” ucapnya.


















































