Sementara itu menanggapi aspirasi pengunjuk rasa, pimpinan DPRD Pandeglang Asef Rapiudin mengaku sangat memahami terkait kedatangan para ketua RT/RW ke gedung DPRD. Yaitu terkait wacana pengadaan sepeda listrik yang akan dilakukan Pemkab Pandeglang.
“Alhamdulillah Bupati Pandeglang memberikan penghargaan, karena RT/RW sebagai ujung tombak dalam menyelesaikan setiap persoalan di masyarakat,” katanya.
Namun, Asep berharap, penghargaan yang diberikan kepada para ketua RT/RW itu harus diiringi dengan peningkatan kinerja. Oleh karena, tujuan dari pemberian sepeda tersebut untuk menunjang kinerja.
“Kita dari DPRD juga menyetujui, karena memahami betul yang dihadapi di masyarakat terutama mobilitas. Alhamdulillah, Bupati memberikan perhatian, karena itu peran bapak dan ibu di lapangan harus ditingkatkan,” katanya.
Sedangkan, Fuhaira Amin menjelaskan bahwa pengadaan sepeda listrik RT/RW harus melalui proses pembahasan Badang Anggaran (Banggar) DPRD.
Dalam pembahasan tersebut, kata dia, tidak semua anggota dewan memiliki pandangan yang sama, apalagi ada beberapa fraksi yang menolak. “Dalam laporan Banggar mereka pada prinsipnya menyetujui, karena ini penting dalam mendukung kinerja bapak dan ibu ke depan,” katanya.
Fuhaira menyebutkan, para anggota DPRD sepakat dengan apa yang diinginkan Bupati. Makanya, sebagian anggota dewan mendukung dan menilai program tersebut sangat penting guna memudahkan pemberian pelayanan para ketua RT/RW.
“Tapi kami lebih sepakat untuk kenaikan insentif-nya, bukan dalam sepeda listrik, pengadaan HP maupun pengeras suara,” katanya.***


















































