Pada kesempatan itu, Renadi menerangkan, Sanggar Putra Panglipur Lebak yang dikelolanya sudah berdiri sejak tahun 1997, dimulai dari karir padepokan.

“Alhamdulillah, sampai tahun dua ribuan sudah banyak prestasi yang didapat. Seperti di tahun lalu dengan diikutinya festival silat internasional dan golok go internasional,” terangnya.

Sedangkan Max Morandini, Ketua Rombongan warga Italia dan Prancis mengaku, jika dirinya sudah dua puluh tahun berada di Indonesia.

Dan selama di Indonesia, kata Marandini, dirinya berlatih pencak silat hingga menjadi guru silat di italia.

“Selain di Kabupaten Lebak, banyak juga pesilat dari Kabupaten Garut, Cianjur, Bandung, Jakarta hingga Kabupaten Purwakarta,” katanya.

“Saya senang berlatih silat, karena merupakan budaya kosmogi. Budaya yang terkoneksi secara natural dengan alam dan spiritual manusia,” sambungnya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini